WIKA Logo
ESG
Komitmen Sosial WIKA

Komitmen Sosial WIKA

1

Manajemen Human Capital

2

Perekrutan & Pengelolaan Karyawan

3

Pengembangan Karier

4

Hak Tenaga Kerja & HAM

5

Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3)

6

Manajemen Relasi Pelanggan & Pemasok

Manajemen Human Capital

01 — Manajemen Human Capital Wika dalam angka, aktivitas, dan pencapaian

WIKA mengelola Human Capital sebagai aset strategis untuk mendukung keberlanjutan kinerja perusahaan. Melalui pendekatan yang terstruktur, inklusif, dan berbasis kompetensi, WIKA berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang adil, aman, dan mendukung pengembangan potensi karyawan secara berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan, sistem, serta berbagai inisiatif yang mendorong kesejahteraan, pengembangan kompetensi, dan keseimbangan kehidupan kerja karyawan, sebagaimana tercermin dalam capaian dan indikator Human Capital berikut.

30++ Suku

WIKA berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi semua kelompok etnis.

14 Minggu

Total waktu cuti melahirkan. WIKA memberikan dukungan maksimal bagi karyawan perempuan.

Platform Pembelajaran & Pengembangan

WIKA memiliki WIKADEMY, platform pengembangan kompetensi karyawan yang mendukung pembelajaran berkelanjutan sesuai kebutuhan Perusahaan & Individu.

Fasilitas yang Mendukung Tempat Kerja yang Ramah Keluarga

WIKA mendukung lingkungan kerja yang ramah keluarga dengan menyediakan cuti ayah, cuti melahirkan, ruang laktasi, tempat penitipan anak, dan asuransi kesehatan keluarga bagi karyawan.

100% Karyawan Kembali Bekerja

Karyawan yang kembali & bertahan 12 bulan pasca cuti melahirkan, menunjukkan keberhasilan kebijakan WIKA dalam mendukung reintegrasi.

Pemegang Hak Cipta Program Kepemimpinan Kearifan Lokal

Sejak 3 Maret 2021, WIKA memegang hak cipta selama 40 tahun atas Program Kepemimpinan Kearifan Lokal untuk kompetensi manajerial berbasis pengetahuan lokal.

02— Proses Bisnis Manajemen Human Capital di WIKA
Proses Bisnis Manajemen Human Capital di WIKA

Perusahaan meningkatkan kinerja melalui implementasi Proses Bisnis Human Capital yang terintegrasi, antara Sistem Manajemen WIKA - Human Capital Management System - SAP Human Capital Management.

Berikut adalah komponen utama dari proses pengelolaan SDM di WIKA:

Strategi Bisnis & Human Capital

1

Proses dimulai dengan perumusan strategi bisnis dan strategi Human Capital yang selaras dengan RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan). Proses ini dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti tren pasar, regulasi pemerintah, teknologi, situasi ekonomi, dan stakeholder, serta faktor internal yang meliputi nilai-nilai organisasi, struktur organisasi, serta kapasitas dan kapabilitas Human Capital. Strategi yang dihasilkan dari proses ini menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan SDM untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan.

Organisasi & Budaya

2

Pengelolaan organisasi yang berbasis budaya kerja yang adaptif dan inklusif menjadi salah satu fokus utama. WIKA berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi karyawan, berlandaskan pada nilai-nilai perusahaan dan budaya yang terintegrasi dengan tujuan jangka panjang.

Rekrutmen & Seleksi

3

Proses seleksi dan rekrutmen dilakukan untuk memastikan perusahaan mendapatkan talenta terbaik yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Proses ini dilakukan secara sistematis melalui platform internal dan eksternal yang memastikan keberagaman dan kesetaraan kesempatan bagi seluruh calon karyawan.

Manajemen Kinerja

4

Proses manajemen kinerja yang objektif dan transparan digunakan untuk menilai hasil kerja karyawan, sebagai dasar promosi, penghargaan, dan pengembangan karier. Sistem ini mendukung perusahaan untuk memastikan setiap individu berkontribusi secara maksimal terhadap pencapaian tujuan organisasi.

Manajemen Talenta, Karier & Suksesi

5

WIKA mengelola potensi talenta di seluruh level organisasi dengan memberikan kesempatan pengembangan karier dan pencapaian suksesi melalui pelatihan berkelanjutan dan pembinaan jalur karier yang jelas, sehingga memastikan adanya kader pemimpin masa depan yang siap memimpin dan berinovasi.

Pembelajaran & Pengembangan

6

Platform WIKADEMY menjadi wadah utama untuk pengembangan kompetensi karyawan melalui pelatihan, kursus, dan pengembangan keterampilan sesuai kebutuhan. Program ini berfokus pada pembelajaran yang terintegrasi untuk meningkatkan kapasitas teknis dan kepemimpinan karyawan.

Industrial Relations

7

WIKA menjalin hubungan industrial yang harmonis dengan serikat pekerja dan karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan mendukung keberlangsungan kegiatan operasional perusahaan. Aspek ini mencakup penyelesaian isu-isu ketenagakerjaan, kesejahteraan karyawan, serta pengaturan kerja yang adil.

Intrapreneurship & Motivasi Karyawan

8

Proses ini menekankan pada penciptaan budaya intrapreneurship, yang mendorong karyawan untuk berinovasi dan mengambil peran aktif dalam pengembangan perusahaan. Motivasi dan pemberdayaan karyawan melalui nilai-nilai dasar seperti Kemampuan Beradaptasi, Ketekunan, dan Pembelajaran Berkelanjutan memastikan bahwa setiap karyawan berkontribusi untuk kemajuan perusahaan.

Proses pengelolaan ini diakhiri dengan evaluasi hasil yang terus-menerus untuk memastikan kinerja perusahaan meningkat dengan mengoptimalkan potensi setiap karyawan melalui sistem Manajemen SDM yang terintegrasi.

Rekrutmen & Retensi Karyawan

01 — Alur Proses Perekrutan Karyawan
Alur Proses Perekrutan Karyawan

WIKA menerapkan rekrutmen yang adil, transparan, dan berbasis merit untuk memastikan keberlanjutan alur pengembangan talenta. Perencanaan tenaga kerja dilakukan secara sistematis dan terintegrasi dengan RENSTRA dan RKAP, sehingga kebutuhan sumber daya manusia sesuai prioritas organisasi dan strategi bisnis.

Proses rekrutmen WIKA terbuka dan akuntabel, dengan menjunjung prinsip kesetaraan kesempatan kerja, non-diskriminasi, dan inklusivitas. Seluruh kandidat mengikuti seleksi terstruktur dan objektif, meliputi administrasi, asesmen psikologi dan kompetensi, wawancara, serta pemeriksaan kesehatan. Dengan asesmen tambahan untuk posisi tertentu sebagai bagian dari pengawasan manajemen.

Kandidat yang lulus mengikuti program orientasi dan pengembangan terstruktur, baik Program Pelatihan Calon Karyawan bagi fresh graduate, maupun Program Job Assignment bagi tenaga berpengalaman, lengkap dengan evaluasi kinerja dan kompetensi. Pengangkatan karyawan dilakukan melalui mekanisme peninjauan formal, untuk memastikan talenta memiliki kompetensi, integritas, serta kesiapan untuk berkontribusi terhadap kinerja organisasi, keberlanjutan tenaga kerja, dan penciptaan nilai jangka panjang.

02 — Rekrutmen Karyawan

WIKA memastikan proses rekrutmen karyawan dilakukan secara transparan tanpa memberikan perlakuan yang berbeda atau diskriminasi, baik berdasarkan usia, gender, suku, agama, ras, maupun latar belakang lainnya.

Rekrutmen 2024 2023 2022
Kelompok Usia 30 Tahun 3 12 37
21-30 Tahun 2 1 0
21-30 Tahun 0 0 1
21-30 Tahun 0 0 0
Total 5 13 38
Jenis Kelamin Pria 4 6 29
Wanita 1 7 9
Total 5 13 38
Wilayah Kerja Indonesia 5 13 38
Luar Negeri 0 0 0
Total 5 13 38
Tipe Eksternal 5 13 38
Internal 0 0 0
Biaya rekrutmen karyawan 2024

IDR 21.780.000

Hingga 2024, pengisian posisi dilakukan melalui mekanisme suksesi tanpa rekrutmen internal, sehingga promosi dan jabatan strategis ditetapkan berdasarkan perencanaan kaderisasi yang terstruktur serta evaluasi kinerja, kompetensi, dan potensi karyawan.

Pada tahun 2024, jumlah rekrutmen pegawai relatif terbatas seiring dengan penyesuaian kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang dilakukan Perseroan dalam merespons tantangan kinerja dan kondisi industri konstruksi yang masih mengalami tekanan. Fokus utama WIKA diarahkan pada optimalisasi dan penguatan kapabilitas talenta internal, pengendalian biaya, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan organisasi, sehingga kebutuhan tenaga kerja baru dipenuhi secara selektif dan berbasis prioritas strategis perusahaan.

03 — Tingkat Turnover

WIKA memprioritaskan kesejahteraan karyawan untuk menekan tingkat pergantian dan meningkatkan retensi karyawan.

Rekrutmen 2024 2023 2022
Kelompok Usia 21-30 Tahun 24 22 66
21-30 Tahun 63 58 22
21-30 Tahun 20 20 10
21-30 Tahun 94 118 76
Total 201 218 174
Jenis Kelamin Pria 185 202 154
Wanita 16 16 20
Total 201 218 174
Wilayah Kerja Indonesia 201 218 174
Luar Negeri 0 0 0
Total 201 218 174
Alasan Pensiun 97 123 80
Resign 86 92 86
Tingkat Turnover 4,17% 4,05% 3,36%
Tingkat Turnover Sukarela 4,70% 5,42% 3,12%

Tingkat Turnover

Tingkat Turnover Sukarela

Kenaikan turnover rate pada periode 2022–2024 terutama dipengaruhi oleh dinamika demografis dan fase transisi organisasi, khususnya meningkatnya jumlah pegawai yang memasuki masa purna tugas (pensiun) serta penyesuaian struktur tenaga kerja seiring transformasi bisnis Perseroan. Di sisi lain, voluntary turnover tetap berada pada tingkat yang terkendali dan relatif stabil, mencerminkan bahwa keputusan resign lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan individual dan peluang karier eksternal, bukan oleh penurunan kualitas pengelolaan sumber daya manusia. Kondisi ini menjadi bagian dari proses regenerasi dan penataan organisasi yang sehat, sekaligus mendorong WIKA untuk terus memperkuat program retensi, pengembangan talenta, dan kesejahteraan karyawan agar keberlanjutan kapabilitas organisasi tetap terjaga dalam jangka panjang.

Distribusi Demografi Karyawan

01 — Sebaran Demografis Karyawan

Komposisi karyawan perempuan di WIKA dari total 4.921 orang adalah sebanyak 632 orang (12,84%), sedangkan karyawan laki-laki sebanyak 4.289 orang (87,16%). Jumlah karyawan yang berada dalam usia produktif tercatat sebanyak 4.419 orang (89,8%).

Demografis Distribusi Karyawan

Demografis Distribusi Karyawan Laki-laki dan Perempuan

Laki-laki
Perempuan
02 — Umur, Status Karyawan, Kebangsaan, Status, STEM, dan Revenue Generating

WIKA mengelola demografi karyawan secara terstruktur dengan prinsip keberagaman dan kesetaraan, memastikan keterwakilan adil di seluruh organisasi. Pendekatan ini mendukung keberlanjutan talent pipeline, efektivitas organisasi, dan pencapaian kinerja jangka panjang.

Distribusi karyawan laki-laki dan perempuan mencakup berbagai usia, jenjang jabatan, fungsi revenue-generating, latar belakang keilmuan, dan status kekaryawanan. Dengan komposisi ini, WIKA memastikan pengelolaan tenaga kerja yang inklusif, berbasis kompetensi, serta selaras dengan kebutuhan organisasi.

Distribusi 2024 2023
Laki-laki Perempuan Subtotal % Perempuan Laki-laki Perempuan Subtotal % Perempuan
Usia Di bawah 30 Tahun 1.063 345 1.408 24.5% 379 71 450 15.8%
30 - 50 Tahun 2.742 269 3.011 8.9% 1.403 140 1.543 9.1%
Di atas 50 Tahun 484 18 502 3.6% 262 14 276 5.1%
Total 4.289 632 4.921 12.8% 2.044 225 2.269 9.9%
Level Jabatan Senior Manager (BOD-1) 13 2 15 13.3% 20 2 22 9.1%
Mid-Level Manager (BOD-2) 71 11 82 13.4% 78 6 84 7.1%
Junior Manager (BOD-3) 167 9 176 5.1% 181 10 191 5.2%
Total (Manajemen) 251 22 273 8.1% 279 18 297 6.1%
Senior Expert 1 8 0 8 0.0% 5 0 5 0.0%
Senior Expert 2 17 1 18 5.6% 21 2 23 8.7%
Expert 1 22 1 23 4.3% 20 3 23 13.0%
Expert 2 & Junior Expert 789 85 874 9.7% 828 79 907 8.7%
Staf 765 103 868 11.9% 439 80 519 15.4%
Total 1.601 190 1.791 10.6% 1.313 164 1.477 11.1%
Manajemen pada Unit Pencetak Laba Infrastructure Division 101 3 104 2.88% - - - -
Building Division 24 2 26 7.69% - - - -
EPCC Division 61 0 61 0.00% - - - -
Asset Management Division 12 0 12 0.00% - - - -
Total 198 5 203 2.46% - - - -
Klasifikasi STEM Sains 0 0 0 0.0% 0 0 0 0.0%
Teknologi 198 12 210 5.7% 107 6 113 5.3%
Teknik (Engineering) 832 76 908 8.4% 713 38 751 5.1%
Matematika 346 43 389 11.1% 378 46 424 10.8%
Lain - lain 476 81 557 14.5% 387 92 479 19.2%
Total 1.852 212 2.064 10.3% 1.585 182 1.767 10.3%
Status Kepegawaian Reguler (PKWTT) / Organik & Terampil 1.852 212 2.064 10.3% 2.044 225 2.269 9.9%
Kontrak (PKWT) 1.959 287 2.246 12.8% 3.112 438 3.550 12.3%
Outsourcing 478 133 611 21.8% 523 151 674 22.4%
Total 4.289 632 4.921 12.84% 5.679 814 6.493 12.54%
03 — Suku & Agama

WIKA mengelola keberagaman karyawan secara inklusif dan berlandaskan prinsip kesetaraan sebagai bagian dari pengelolaan Human Capital. Komposisi karyawan mencerminkan keberagaman suku, serta keberagaman agama yang dikelola secara adil dan saling menghormati dalam lingkungan kerja.

Distribusi 2024
Male Female Subtotal % Management % Management
Suku Jawa 1.122 116 1.238 59.98% 185 67.77%
Sunda 166 37 203 9.84% 18 6.59%
Betawi 199 19 218 10.56% 32 11.72%
Batak 99 5 104 5.04% 14 5.13%
Melayu 56 3 59 2.86% 0 0%
Minang 58 11 69 3.34% 5 1.83%
Bugis 20 5 25 1.21% 4 1.47%
Aceh 21 1 22 1.07% 3 1.10%
Lain-lain 111 15 8.96% 12 4.40%
TOTAL 1.852 212 2.064 100.00% 273 100%
Agama Buddha 3 0 3 0.15% 0 0.00%
Hindu 11 2 13 0.63% 0 0.00%
Islam 1.688 182 1.870 90.60% 246 90.11%
Kristen Katholik 45 10 55 2.66% 7 2.56%
Kristen Protestan 105 18 123 5.96% 20 7.33%
TOTAL 1.852 212 2.064 100.00% 273 100%
04 — Keberagaman, Kesetaraan, & Inklusi

WIKA menjunjung tinggi prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas dengan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh karyawan untuk berkontribusi dan berkembang. Seluruh proses rekrutmen, penempatan, pengembangan karier, hingga penilaian kinerja, dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan kompetensi dan kinerja. Oleh karena itu, WIKA memastikan lingkungan kerja yang inklusif tanpa membedakan usia, gender, suku, agama, maupun latar belakang lainnya.

Goal 4

Keberagaman Talenta

WIKA memastikan memiliki karyawan dengan latar belakang pendidikan, profesi, dan keahlian yang beragam.

Goal 5

Kesetaraan Gender

WIKA memastikan memiliki karyawan dengan keberagaman gender di setiap level jabatan.

Goal 17

Keberagaman Suku

WIKA berkolaborasi dengan karyawan dari 30+ suku di seluruh Indonesia.

Goal 10

Keberagaman Generasi

WIKA memastikan adanya representasi antar generasi guna mendorong terciptanya keberagaman perspektif.

Sustainable Development Goals
Jenis Penyandang Disabilitas Jenis Kelamin Kelompok Usia
Male % Female % Total <30 % 30-50 % >51 % Total
Tuna Daksa 4 100 0 0 4 0 0 4 100 0 0 4
Tuna Netra 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Tuna Rungu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Tuna Wicara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Jumlah 4 100 0 0 4 0 0 4 100 0 0 4

Pengembangan Karier & Pelatihan Karyawan

01 — Penempatan Karyawan
Penempatan Karyawan

Asesmen

Soft Skill

Pelatihan/Pengembangan Wajib

Hard Skill

Track Record*

Fungsi bidang yang sudah dijalani

WIKA menerapkan proses penempatan karyawan yang terstruktur, transparan, dan berbasis merit untuk memastikan kesesuaian antara kebutuhan organisasi dan kompetensi karyawan. Mekanisme ini merupakan bagian dari workforce planning dan pengelolaan talenta yang mendukung kinerja operasional, pengembangan karier, serta keberlanjutan talent pipeline.

Proses dimulai dari usulan penempatan oleh Divisi Operasi kepada Human Capital Division, kemudian dilakukan analisis kelayakan untuk menilai kesesuaian persyaratan jabatan, kebutuhan organisasi, serta kompetensi yang dibutuhkan. Usulan yang memenuhi kriteria diproses melalui mekanisme persetujuan formal hingga diterbitkan Surat Keputusan (SK) sebagai dasar penetapan penempatan.

Untuk jabatan tertentu (mis. MP dan DMP), penempatan diperkuat didukung oleh assessment kompetensi perilaku (soft skill), pelatihan kompetensi teknis (hard skill), serta evaluasi jejak penugasan. Dengan pendekatan ini, WIKA memastikan penempatan berjalan objektif dan akuntabel, sekaligus mendukung workforce effectiveness tenaga kerja, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.

02 — Pergerakan Karier
Pergerakan Karier

WIKA menerapkan sistem pergerakan karier yang terstruktur untuk mendukung pengembangan kompetensi, retensi talenta, dan keberlanjutan kepemimpinan, mencakup promosi, rotasi, dan penyesuaian jabatan, berdasarkan prinsip merit dan kebutuhan organisasi.

Setiap pergerakan karier mempertimbangkan kesesuaian kompetensi, kinerja, dan job family alignment, memastikan talenta ditempatkan pada peran yang tepat untuk mendukung kapabilitas tenaga kerja dan efektivitas organisasi dalam jangka panjang.

Pergerakan karier karyawan didorong oleh beberapa mekanisme utama:

  • Job Enlargement, yaitu rotasi lintas fungsi untuk memperluas cakupan kompetensi dan pengalaman kerja sebagai bagian dari pengembangan talenta.
  • Job Enrichment, yaitu pengayaan peran dalam fungsi yang sama dengan tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi untuk pendalaman kompetensi dan kesiapan kepemimpinan.
  • Organizational Adjustment, yaitu penyesuaian penempatan karyawan sebagai respons terhadap perubahan struktur organisasi atau kebutuhan bisnis.

Melalui sistem pergerakan karier yang terkelola, WIKA memastikan mobilitas talenta yang adil, transparan, dan berbasis kompetensi, sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja dan penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan pemangku kepentingan.

03 — Sistem Manajemen Kinerja

WIKA menerapkan Sistem Manajemen Kinerja yang terintegrasi untuk memastikan keselarasan antara kinerja korporasi, unit kerja, dan individu. Sistem ini dirancang untuk menerjemahkan sasaran strategis perusahaan ke dalam target yang terukur dan akuntabel di seluruh organisasi, sekaligus menjadi dasar pengembangan kompetensi, evaluasi kinerja, serta pemberian penghargaan yang adil dan transparan. Melalui pendekatan ini, WIKA memastikan bahwa kontribusi setiap karyawan berperan langsung dalam pencapaian kinerja berkelanjutan perusahaan.

Kinerja Perusahaan

Kinerja Perusahaan

Kinerja perusahaan akan diukur berdasarkan realisasi pencapaian yang dibandingkan dengan KPI Corporate-wide yang merupakan sasaran kerja tahunan dari Kementerian BUMN.

Kinerja Divisi

Kinerja Divisi

Kinerja masing-masing Divisi/Unit Kerja diukur dan difinalisasi dalam bentuk rating melalui Rapat Direksi. KPI Divisi/Unit Kerja merupakan sasaran kerja yang diturunkan dari KPI Corporate-wide.

Kinerja Individual

Kinerja Individual

Kinerja karyawan diukur berdasarkan KPI Individu dalam bentuk Performance Appraisal. Proporsi Performance Appraisal berbanding lurus dengan kinerja perusahaan. Performance Appraisal menjadi dasar penetapan reward & recognition.

04 — Kerangka Sistem Manajemen Kinerja

Rangkaian Sistem Manajemen Kinerja di WIKA dimulai dari penetapan tujuan (Goal Setting), umpan balik berkelanjutan melalui Coaching Mentoring Counseling (CMC), Mid-Year Review, Penilaian Karya + Evaluasi Kompensasi + Penilaian 360 AKHLAK hingga Final Kalibrasi.

Kerangka Sistem Manajemen Kinerja
05 — Metodologi Sistem Manajemen Kinerja
Penilaian Kinerja Multidimensional
1

Penilaian Kinerja

Multidimensional

WIKA menerapkan sistem umpan balik 360° tahunan untuk mengevaluasi kinerja seluruh karyawan, baik tetap, kontrak, outsourcing, maupun sementara, melalui platform WZONE. Evaluasi mengumpulkan masukan dari atasan, rekan sejawat, bawahan, dan karyawan sendiri untuk menilai keselarasan perilaku dan kontribusi dengan nilai AKHLAK serta mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Penilaian Kinerja Berbasis Tim
2

Penilaian Kinerja

Berbasis Tim

WIKA mengintegrasikan penilaian kinerja berbasis tim untuk menilai kontribusi karyawan terhadap pencapaian tujuan tim selain KPI individu. Sistem ini menggunakan matriks pembobotan sesuai tingkat jabatan, misalnya posisi senior (BOD-1) sepenuhnya berdasarkan KPI, sedangkan staf (BOD-5) seimbang antara KPI dan kontribusi tim. Penilaian dilakukan dua kali setahun untuk memastikan umpan balik berkala dan keselarasan dengan tujuan tim.

Coaching, Mentoring & Counseling
3

Coaching, Mentoring &

Counseling

WIKA menerapkan manajemen kinerja agile melalui pendekatan CMC (Coaching, Mentoring, dan Consulting) untuk mendukung adaptabilitas dan pengembangan karyawan secara real-time. Coaching memberikan arahan tepat waktu, mentoring memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengembangan karier, serta consulting mendorong dialog terbuka untuk menemukan solusi inovatif. Pendekatan ini dilaksanakan dua kali setahun.

06 — Pengembangan Kompetensi

Self Learning

  • • LinkedIn Learning (untuk karyawan terpilih)
  • • WIKADEMY (untuk semua karyawan)

Rotation

SK Berlaku 2 tahun

Coaching & Mentoring

Community of Practice

  • • 19 COP
  • • 1760 Member
  • • 128 Pertemuan Rutin

Leadership

  • • AKHLAK Camp
  • • Satria Samapta
  • • Satria Muda
  • • Satria Pratama
  • • Satria Utama
  • • Satria Luhur

Program Pengembangan Karyawan Perempuan

  • • Sarasehan Karyawan Perempuan
  • • Satria Prameswari
  • • Sharing Session
  • • Shadowing BoD
  • • Strategic Coaching & IDP
  • • Assignment
07 — Program Pengembangan Karyawan Wanita
Photo 1
Photo 2
Photo 3
Photo 4
Photo 5
Photo 6

Program Pengembangan:

Sarasehan Karyawan Wanita

Program bincang dan diskusi dengan Direktur Human Capital terkait kebutuhan pengembangan dan karier karyawan Perempuan (Hasil: Kesepakatan untuk membuat Satria Prameswari dan IDP Peserta Satria Prameswari)

Satria Prameswari

Pelatihan kepemimpinan yang didesain dan disesuaikan dengan kebutuhan karyawan perempuan WIKA

Sharing Session

Sharing session terkait isu-isu perempuan dan karier serta sharing pengalaman oleh pemimpin perempuan dari BUMN

Shadowing BoD

Shadowing BoD

  • • Peserta merupakan BoD -1 dan BoD-2
  • • Jumlah Peserta : 13 Orang
  • • Talenta Wanita: 1 Orang
  • • Talent Muda: 9 Orang
Strategic Coaching & IDP

Strategic Coaching & IDP

  • Coaching dengan Coach Eksternal
  • • Jumlah Peserta 8 Orang
  • Talent Perempuan: 1 Orang
  • Talent Muda: 1 Orang
  • • Program Coaching berlangsung selama 6 Bulan
Assignment

Assignment

  • • BOD-1 dan BOD-2 ditempatkan sebagai Komisaris di Anak/Cucu Perusahaan sebagai bentuk pengembangan
08 — Platform Pembelajaran & Pengembangan Karyawan (WIKADEMY)

WIKA membangun sistem pengembangan karyawan yang terintegrasi dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi penguatan Human Capital untuk mendukung transformasi bisnis dan daya saing perusahaan jangka panjang. Pengembangan kompetensi dirancang berbasis kebutuhan bisnis dan organisasi, dimulai dari pemetaan kompetensi, analisis kebutuhan pelatihan, pengembangan modul, hingga implementasi pembelajaran dan evaluasi hasil untuk memastikan keterkaitan langsung antara pengembangan individu dan kinerja perusahaan.

Pendekatan pengembangan SDM WIKA mengadopsi model pembelajaran terpadu yang mengombinasikan experiential learning (70%), social learning (20%), dan formal learning (10%), melalui berbagai platform dan fasilitas pengembangan seperti WIKApratama, WIKASatrian, WIKADEMY, serta kolaborasi dengan platform pembelajaran eksternal. Skema ini diperkuat melalui mekanisme coaching, mentoring, shadowing, assignment, dan rotasi, sehingga proses pembelajaran tidak hanya bersifat klasikal, tetapi terintegrasi langsung dengan praktik kerja nyata dan kebutuhan strategis perusahaan.

Fasilitas Pengembangan Karyawan - Timeline pengembangan dari Current Business & Competency Result ke Future Business & Competency Result, mencakup Training Need Analysis, Modul Development, In-Class, Assignment dengan pendekatan pembelajaran 70% Experiential Learning, 20% Social Learning, 10% Formal Learning melalui WIKAPratama, WIKASatrian, Platform Pembelajaran WIKADEMY, dan LinkedIn Learning
09 — Fasilitas Pengembangan Karyawan

Fasilitas Pengembangan Karyawan

WIKAPratama - Fasilitas Ruang Kelas, Ruang Diskusi, dan Kamar Penginapan

WIKAPratama

Umumnya, fasilitas pelatihan di WIKA, baik WIKAPratama maupun WIKASatrian, disediakan sesuai lokasi dan tujuan pelatihan, yaitu:

WIKAPratama
  • Ruang Kelas yang dilengkapi dengan layer, proyektor, meja, kursi, papan tulis, dan peralatan alat tulis
  • Auditorium
  • Ruang Istirahat
  • Ruang Makan
  • Wi-Fi
  • Studio Pelatihan Online
  • Sarana Olahraga
  • Kamar Penginapan

WIKASatrian

Giri Wijaya

Bangunan simbolik WikaSatrian, sarat nilai budaya dan kearifan lokal

Giri Sasana

Ruang pembelajaran kepemimpinan, sarat simbol keutuhan, kemanusiaan, alam, penuh makna filosofis Nusantara

Giri Budaya

Simbol kesederhanaan, ruang diskusi pemimpin dengan akar budaya lokal

Giri Cipta

Kreatif, menumbuhkan ide kepemimpinan melalui tradisi Nusantara, lahirkan gagasan pemimpin sejati

Giri Pustaka

Perpustakaan spiritual, puncak pembelajaran, melahirkan pandangan luas Nusantara

Giri Boga

Ruang makan pelatihan, simbol harmoni, berbagai rasa dan makna

Wana Arena

Amphiteater hutan terbuka, ruang belajar alami, harmoni pelatihan dengan lingkungan

Giri Unggul

Ruang kelas serbaguna, fleksibel, mencerminkan inovasi pembelajaran kepemimpinan Nusantara.

WIKASatrian - Fasilitas Ruang Kelas, Ruang Diskusi, dan Kamar Penginapan
Giri Wijaya
Giri Sasana
Giri Budaya
Giri Pustaka
Giri Boga
Wana Arena
Giri Unggul
10 — Efektivitas Pelatihan

Training Effectiveness

Aspirasi dan Prioritas Bisnis dalam Pilar Strategis RJPP

Learning & Leadership Development Aspiration

"Mengembangkan pemimpin dan talenta EPCC berstandar global yang adaptif melalui transformasi kapabilitas inti untuk mendukung keberlanjutan bisnis"

Capability Development Metrics

Competency Shift Index (Infra to EPCC) > 85% Gap Closed

Persentase tercapainya kebutuhan kompetensi dan pengembangan dari infrastruktur ke EPCC (Jumlah Karyawan Lulus Mapping EPCC/Total Karyawan Target) x 100%

Training Hours per FTE > 40 hours

Rata-rata jam pembelajaran per karyawan dalam periode satu tahun (Total Jam pembelajaran/Total FTE)

Training Cost per FTE 15% Efficiency

Rata-rata biaya pelatihan per karyawan (Total realisasi biaya pembelajaran/Total FTE)

Human Capital Maturity

Global EPCC Certification Ratio >20%

Persentase Engineer yang memiliki sertifikasi internasional/nasional yang diakui (Jumlah Engineer bersertifikat/Total Engineer)*100%

Feedback Score of Training (Impact) > 9/10

Rata-rata skor evaluasi dampak pelatihan terhadap pekerjaan (Skala 1-10 berdasarkan evaluasi pelatihan)

Workforce Stability

Redeployment Succession Rate > 80%

Persentase karyawan hasil redeployment yang berkinerja baik di posisi/unit kerja baru (Jumlah karyawan redeploy rating min. Meet Expectation/Total Karyawan Redeploy)*100%

Efektivitas Pelatihan diukur melalui 3 perspektif berikut:

  • Net Promoter Score (NPS) mengukur loyalitas dan kepuasan pelanggan melalui satu pertanyaan: Seberapa besar kemungkinan mereka merekomendasikan produk/layanan (skala 1-10).
  • Penilaian Atasan atas perubahan perilaku peserta bersumber dari data WIKADEMY – Aspek Perubahan Perilaku.
  • Hasil Riset Fakultas Psikologi Universitas Indonesia mengenai "Efektivitas Program Kepemimpinan Satria" yang dilakukan di WIKASATRIAN, menunjukkan manfaat yang dapat dirasakan oleh peserta, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Berikut nilai Efektivitas Pelatihan berdasarkan 3 indikator, dengan skala 0 – 100:

NPS Program Perubahan Perilaku (WIKADEMY) Riset UI: Diri Sendiri Riset UI: Keluarga Riset UI: Lingkungan
90 87.5 94 90 93

Gaji & Manfaat

01 — Komitmen Living Wage

WIKA menerapkan sistem remunerasi yang adil, kompetitif, dan berbasis kinerja untuk mendukung kesejahteraan karyawan dan keberlanjutan tenaga kerja. Kebijakan kompensasi disusun berdasarkan prinsip keadilan, transparansi, dan pay-for-performance, sehingga remunerasi yang diterima mencerminkan nilai pekerjaan, tingkat tanggung jawab, serta kontribusi karyawan terhadap kinerja perusahaan.

Sebagai bagian dari komitmen upah yang layak, WIKA menerapkan pengupahan sesuai ketentuan nasional berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan, serta memastikan upah karyawan berada di atas Upah Minimum Provinsi (UMP). Untuk WIKA Induk di DKI Jakarta, gaji entry level sebesar Rp5.169.000 atau 102% dari UMP DKI Jakarta Rp5.067.381, sebagai bentuk pemenuhan standar penghidupan layak.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang menjamin hak karyawan atas penghidupan layak serta perlakuan setara tanpa diskriminasi dalam penerapan sistem pengupahan. PKB juga mendukung prinsip equal pay for work of equal value dengan mempertimbangkan kompetensi, risiko kerja, dan tanggung jawab jabatan.

Unit Usaha Provinsi UMP Gaji Entry Level Persentase
WIKA Induk DKI Jakarta 5.067.381 5.169.000 102%
02 — Struktur Remunerasi
Struktur Remunerasi WIKA - Diagram komponen remunerasi karyawan

WIKA senantiasa menjamin karyawan mendapatkan haknya, termasuk memperoleh remunerasi yang sesuai dengan kinerjanya. Dalam memberikan remunerasi, WIKA menjunjung tinggi asas kesetaraan dengan tidak membedakan gaji antara karyawan laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, rasio remunerasi untuk karyawan pria dan wanita pada tingkat jabatan dan posisi yang setara tidak menunjukkan perbedaan.

Besaran remunerasi yang diterima setiap karyawan ditentukan oleh berbagai faktor, seperti posisi penempatan kerja, tingkat jabatan, masa kerja, dan status kepegawaian. Setiap karyawan menerima kompensasi yang layak atas kontribusi yang diberikan kepada WIKA, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

03 — Kesetaraan di tempat kerja

Perusahaan berkomitmen memberikan gaji yang layak dan kompetitif sesuai dengan standar industri dan peran jabatan. Kebijakan kompensasi disusun atas dasar prinsip kesetaraan, transparansi, dan berbasis kinerja, sehingga kompensasi total yang mencakup gaji pokok, tunjangan, manfaat, pengembangan karier, insentif jangka pendek dan jangka panjang, mencerminkan nilai dan kontribusi karyawan terhadap keberhasilan perusahaan.

Deskripsi Laki-laki Perempuan
Eksekutif Gaji Pokok Rp2.733.600.000 Rp2.765.189.184
Gaji Pokok + Insentif Rp4.461.066.842 Rp4.484.048.063
Manajemen Gaji Pokok Rp193.088.625 Rp192.396.339
Gaji Pokok + Insentif Rp553.234.684 Rp582.229.868
Non-Manajemen Gaji Pokok Rp85.794.813 Rp94.723.360

Selain itu, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga akuntabilitas, keterbukaan informasi, serta memastikan praktik remunerasi yang adil, WIKA mengungkapkan besar remunerasi Direktur Utama dengan membandingkannya dengan rata-rata dan nilai tengah gaji karyawan.

Deskripsi Nilai Remunerasi
Remunerasi Direktur Utama Rp6.399.366.998
Rata-rata Remunerasi Karyawan Rp287.908.710
Median Remunerasi Karyawan Rp219.374.723
04 — Fasilitas & Benefit Pendukung

Untuk meningkatkan retensi karyawan, WIKA menyediakan berbagai program yang kesejahteraan karyawan yang mendukung aspek profesional maupun personal. Selain kompensasi finansial, WIKA menerapkan pendekatan kesejahteraan holistik melalui cuti melahirkan, layanan childcare, pemeriksaan kesehatan, serta fasilitas dan inisiatif lain, yang mendukung kualitas hidup dan kehidupan pribadi karyawan beserta keluarganya.

Ruang Laktasi
Ruang Laktasi

WIKA menyediakan ruang laktasi di kantor pusat dan/atau lokasi kerja tertentu untuk mendukung karyawan perempuan menyusui, dilengkapi dengan fasilitas dasar yang menjamin privasi, keamanan, dan kenyamanan.

Fasilitas Penitipan Anak
Fasilitas Penitipan Anak

WIKA menyediakan fasilitas penitipan anak (in-house day care) bagi karyawan di kantor pusar untuk mendukung family-friendly workplace dan meningkatkan retensi karyawan.

Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan Kesehatan

Perusahaan menyediakan medical check-up berkala bagi karyawan sesuai kebijakan internal dan kebutuhan jabatan. Frekuensi pemeriksaan 1 kali per 2 tahun dengan cakupan pemeriksaan kesehatan umum dan spesifik risiko kerja serta ditambah Mini MCU dengan frekuensi 1 kali per 2 tahun bergantian dengan MCU.

Klinik Kesehatan
Klinik Kesehatan

WIKA menyediakan fasilitas layanan kesehatan/klinik di kantor pusat dan proyek untuk mendukung akses layanan kesehatan dasar bagi karyawan, termasuk pertolongan pertama, pemeriksaan kesehatan ringan, serta rujukan bila diperlukan.

Asuransi Tambahan
Asuransi Tambahan

Selain BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, WIKA menyediakan asuransi kesehatan tambahan bagi karyawan tetap. Cakupan rawat inap/rawat jalan serta tanggungan keluarga inti sampai dengan anak ke-3.

Tugas Belajar
Tugas Belajar

WIKA memberikan tugas belajar bagi karyawan terpilih untuk pendidikan lanjutan sesuai kebutuhan organisasi, dengan dukungan pembiayaan dan ikatan dinas. Jumlah penerima per tahun: xx orang.

Izin Belajar
Izin Belajar

Perusahaan memberikan izin belajar bagi karyawan yang melanjutkan pendidikan secara mandiri dengan pengaturan fleksibilitas waktu kerja sesuai ketentuan.

Internship
Internship

WIKA menyelenggarakan program magang (internship) sebagai bagian dari talent pipeline development bagi mahasiswa dan lulusan baru.

Layanan Wellbeing
Layanan Wellbeing

WIKA menyediakan program employee wellbeing yang mencakup dukungan kesehatan mental melalui fasilitas konsultasi psikolog profesional secara gratis. Layanan ini disediakan melalui kerja sama dengan International Wellbeing Program, sebagai bentuk upaya perusahaan dalam memperkuat mental health support.

Kegiatan Olahraga dan Hobi
Kegiatan Olahraga dan Hobi

Perusahaan memfasilitasi kegiatan olahraga dan komunitas hobi untuk mendukung kebugaran dan work-life balance, dimana terdapat ruang gym dalam gedung dan memfasilitasi 6 komunitas olahraga serta 6 komunitas kegiatan seni dan sosial.

05 — Program Kesejahteraan Karyawan
Program Kesejahteraan Karyawan - Prosedur Konseling, Konseling Individu, Konseling Pasangan, dan Dasar Layanan EAP

WIKA berkomitmen mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan karyawan melalui Employee Assistance Program (EAP) yang dilaksanakan bekerja sama dengan International Wellbeing Center. Program ini menyediakan konseling profesional gratis secara rahasia bagi karyawan, meliputi konseling individu dan konseling pasangan dengan sesi terstruktur yang didampingi psikolog.

Pelaksanaan EAP menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan dan etika profesional, di mana seluruh data dan catatan klinis dikelola oleh penyedia layanan sesuai standar kode etik psikologi, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan mendukung keberlanjutan kinerja perusahaan.

Hak Tenaga Kerja dan Hak Asasi Manusia

01 — Kebijakan tentang Hak Asasi Manusia

Perusahaan berkomitmen menegakkan HAM dalam setiap kegiatan usaha melalui kebijakan yang melindungi hak-hak tersebut, termasuk Kebijakan Respectful Work Place dan Kebijakan HAM.

Kebijakan RWP
Kebijakan RWP
Unduh

Frekuensi unduh: 1432

Kebijakan HAM
Kebijakan HAM
Unduh

Frekuensi unduh: 1432

Code of Conduct
Code of Conduct
Unduh

Frekuensi unduh: 1432

02 — Kebebasan Berserikat

WIKA menerapkan mekanisme dialog sosial (social dialogue) melalui LKS Bipartit sebagai forum formal konsultasi dan komunikasi antara manajemen dan perwakilan pekerja/serikat pekerja. Forum ini digunakan untuk membahas isu-isu hubungan industrial, termasuk kebijakan ketenagakerjaan, kondisi kerja, kesejahteraan, serta masukan pekerja, dengan tujuan mendorong penyelesaian berbasis musyawarah, pencegahan sengketa, dan penguatan hubungan kerja yang harmonis. Pelaksanaan LKS Bipartit menjadi bagian dari tata kelola hubungan industrial WIKA untuk memastikan proses keterlibatan karyawan (employee engagement) dan perundingan kolektif (collective bargaining) berjalan secara tertib dan akuntabel.

Selain forum internal, WIKA juga berpartisipasi dalam forum tripartit yang melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja sebagai bagian dari keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholder engagement) di bidang ketenagakerjaan. Keterlibatan ini mendukung penyelarasan kebijakan hubungan industrial perusahaan dengan ketentuan regulasi, arah kebijakan ketenagakerjaan, serta praktik hubungan industrial yang bertanggung jawab. Melalui dialog tripartit, WIKA memperkuat komitmen pada praktik ketenagakerjaan yang adil, stabilitas hubungan industrial, dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif untuk keberlanjutan kinerja organisasi.

SEKAR WIKA
80,67%

1.665 dari 2.064 tergabung SEKAR WIKA

SP KORPRI PRABU
2,42%

50 dari 2.064 tergabung SP KORPRI PRABU

>

80,67%

Total Karyawan yang Tergabung
Serikat Pekerja

MUNAS SEKAR WIKA 2024 - 14 Februari 2024
03 — Manajemen Hak Asasi Manusia
Penilaian Hak Asasi Manusia
Unit Usaha % Total yang
dinilai
% Berisiko % Mitigasi
Operasional WIKA 100% 100% 100%
Kontraktor dan Penyedia Tier-1 100% 100% 100%
Operasional/Joint ventures WIKA 100% 100% 100%

WIKA berkomitmen menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia dalam seluruh operasional dengan memastikan prinsip HAM dihormati dan dilindungi. Perusahaan mengidentifikasi risiko HAM, memetakan stakeholder terdampak, serta menyusun langkah mitigasi dan remediasi untuk mengurangi atau mengatasi risiko tersebut.

Perusahaan melakukan Due Diligence & Risk Assessment untuk mengevaluasi potensi dampak negatif terhadap hak asasi manusia, baik dari operasional internal maupun interaksi dengan mitra eksternal, yang tercermin dalam laporan berikut.

04 — Penanganan Pengaduan Karyawan

WIKA menyediakan mekanisme penanganan pengaduan (grievance mechanism) bagi karyawan untuk melaporkan dugaan pelanggaran hak ketenagakerjaan, hak asasi manusia, kode etik, pelecehan (harassment), maupun penyalahgunaan wewenang melalui Whistleblowing System (WBS) yang mudah diakses. WIKA menjamin kerahasiaan pelapor serta menerapkan prinsip non-retaliation untuk melindungi karyawan dari tindakan balasan. Setiap laporan diproses secara objektif dan akuntabel melalui tahapan verifikasi, investigasi, hingga tindak lanjut/perbaikan sesuai tingkat pelanggaran, dengan eskalasi pengawasan kepada manajemen dan organ tata kelola terkait bila diperlukan, guna memastikan penyelesaian yang adil dan efektif.

05 — Tingkat Keterlibatan Karyawan
Kepuasan Kerja
Kepuasan Kerja

Menggambarkan tingkat kepuasan karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukan, termasuk aspek-aspek seperti tugas kerja, kesempatan pengembangan karier, kejelasan peran, ketersediaan sumber daya, dan proses pengambilan keputusan.

  • Tugas Kerja
  • Karier & Pengembangan
  • Talenta & Penempatan
  • Manajemen Kinerja
  • Pemberdayaan/Otonomi
  • Pengambilan Keputusan
  • Infrastruktur Pendukung
  • Fokus pada Pelanggan
Tujuan
Tujuan

Mengacu pada sejauh mana karyawan merasa terhubung dengan tujuan dan nilai-nilai organisasi, termasuk persepsi terhadap kepemimpinan, reputasi perusahaan, serta kejelasan visi dan arah strategis.

  • Kepemimpinan WIKA
  • Kepemimpinan Senior
  • Merek
Kebahagiaan
Kebahagiaan

Menunjukkan kesejahteraan emosional dan kenyamanan psikologis karyawan di tempat kerja. Faktor-faktor seperti hubungan positif dengan atasan langsung, kolaborasi tim, inklusi, serta penghargaan dan pengakuan dari perusahaan termasuk dalam dimensi ini.

  • Atasan Langsung
  • Kolaborasi
  • Keberagaman & Inklusi
  • Penghargaan & Apresiasi
Stres
Stres

Berkaitan dengan tekanan kerja dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Indikator dalam kategori ini menilai apakah karyawan mengalami beban kerja berlebihan, stres berkepanjangan, atau gangguan terhadap kualitas hidup akibat pekerjaan.

Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi

4 Indikator Tertinggi dalam pengukuran engagement

Tugas Kerja

Tahun: 2024

Target 100
Nilai yang dicapai
88 ↑ Tahun 2023 (82)

Pencapaian: Meningkat 5 poin dan menjadi peningkatan tertinggi dalam pengukuran engagement

Atasan Langsung

Tahun: 2024

Target 100
Nilai yang dicapai
88 ↑ Tahun 2023 (85)

Pencapaian: Meningkat 3 poin

Kolaborasi

Tahun: 2024

Target 100
Nilai yang dicapai
90 ↑ Tahun 2023 (86)

Pencapaian: Meningkat 4 poin

Keberagaman & Inklusi

Tahun: 2024

Target 100
Nilai yang dicapai
92 ↑ Tahun 2023 (88)

Pencapaian: Meningkat 4 poin

Labor Rights and Human Rights

Employee Engagement Rate (2/2)
Tahun WIKA - Rencana (%) WIKA - Realisasi (%) Rata-rata Perusahaan
di Indonesia (%)
2017 75 76 65
2019 77 81 67
2021 82 78 78
2022 85 82 80
2023 79 80 77
2024 80 78 75

Hasil Employee Engagement Survey (EES) WIKA menunjukkan tingkat keterlibatan karyawan yang secara konsisten berada pada level diatas rata-rata perusahaan di Indonesia pada setiap periode pengukuran. Sejak tahun 2022 hingga 2024 hasil EES mengalami penurunan terhadap rencana yang ditetapkan hal tersebut sejalan dengan kondisi Perusahaan dan industri secara nasional yang masih berjuang pasca pandemi COVID-19, namun EES WIKA masih berada diatas rata-rata perusahaan lainnya di Indonesia. Hal ini mengindikasikan fondasi engagement yang kuat di WIKA; namun terdapat ruang penguatan program engagement agar selisih antara target dan realisasi dapat ditutup, khususnya dalam menjaga konsistensi di tengah dinamika organisasi dan tantangan bisnis.

Kesehatan & Keselamatan Kerja

01 — Kebijakan Kesehatan, Keselamatan Kerja, & Lingkungan

WIKA menempatkan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas bisnis dan proyek. Penerapan K3L mengacu pada Kebijakan K3L WIKA-SMW-KP-01.01 yang berlaku wajib untuk seluruh operasional Perusahaan, mencakup karyawan, kontraktor, subkontraktor, serta pihak lain di bawah pengawasan Perusahaan. Kebijakan ini menegaskan kepatuhan terhadap regulasi K3 yang berlaku, serta penerapan standar internasional dan program sukarela yang relevan, termasuk ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen K3), ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan), dan PP Republik Indonesia No. 50 Tahun 2012 tentang penerapan SMK3. Kebijakan K3L juga menekankan konsultasi dan partisipasi pekerja dan komitmen perbaikan berkelanjutan atas sistem manajemen K3 untuk meningkatkan kinerja K3L.

Untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja proyek (100%), WIKA menempatkan Safety Officer dengan rasio 1:50 serta menerapkan pengawasan ketat melalui inspeksi K3, kepatuhan penggunaan APD, dan disiplin prosedur kerja aman. Perseroan juga menerapkan Stop Work Action (SWA), yaitu penghentian pekerjaan apabila ditemukan tindakan atau kondisi yang membahayakan atau tidak sesuai ketentuan, serta memperkuat budaya keselamatan melalui safety meeting bulanan yang melibatkan karyawan, kontraktor, dan mitra kerja.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko, WIKA secara sistematis melakukan identifikasi bahaya K3 pada seluruh aktivitas kerja melalui penerapan Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). JSA dan HIRARC digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya pada setiap tahapan pekerjaan, menilai tingkat risiko, serta menetapkan langkah pengendalian yang sesuai dengan hierarki pengendalian risiko.

Dalam menentukan program K3L setiap tahunnya, WIKA melakukan proses asesmen untuk mengidentifikasi area risiko dan kebutuhan pengendalian yang paling material. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, WIKA menetapkan prioritas program yang memberikan dampak paling signifikan, kemudian menerjemahkannya ke dalam rencana aksi berupa Bi-Weekly Program (sebelumnya bernama Program Tematik K3L Tahunan).

Selain itu, WIKA memiliki prosedur investigasi insiden K3 yang diterapkan terhadap setiap kejadian kecelakaan kerja, near miss, maupun kondisi tidak aman. Investigasi dilakukan secara menyeluruh dan objektif untuk mengidentifikasi akar penyebab kejadian. Hasil investigasi digunakan sebagai bahan pembelajaran dan dasar penetapan tindakan korektif serta pencegahan, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Kinerja K3 dipantau secara terukur dan dilaporkan dalam HSE Report, mencakup seluruh karyawan, kontraktor, dan mitra kerja melalui indikator seperti jam kerja selamat, rasio frekuensi kecelakaan, dan rasio keparahan. Di sisi rantai pasok, kinerja K3 vendor dievaluasi rutin sebagai syarat pembayaran kontrak, dan pembayaran ditunda apabila nilai kinerja K3 di bawah 800*. Komitmen HSE juga diperkuat melalui Pakta Integritas: seluruh karyawan wajib menyetujui melalui WZone, sementara kontraktor dan mitra kerja menandatangani komitmen untuk mematuhi seluruh ketentuan HSE WIKA.

*Nilai maksimum 1000.

02 — Program K3

Perseroan menjalankan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara sistematis melalui pendekatan QHSE yang diterapkan di tingkat kantor pusat maupun proyek. Implementasi dilakukan melalui penguatan kebijakan, prosedur, dan instruksi kerja, inspeksi dan pengawasan lapangan, pemantauan kinerja dan kepatuhan, komunikasi K3 yang konsisten, peningkatan kompetensi pekerja, hingga dukungan fasilitas kesehatan kerja. Berbagai upaya tersebut merupakan bagian pencegahan insiden, perlindungan pekerja, dan perbaikan berkelanjutan.

Komitmen dan Sistem Pengelolaan K3
Komitmen dan Sistem
Pengelolaan K3
Selengkapnya
Identifikasi Bahaya, Pengendalian Risiko, dan Inspeksi Internal
Identifikasi Bahaya,
Pengendalian Risiko,
dan Inspeksi Internal
Selengkapnya
Monitoring, Evaluasi Kinerja, dan Kepatuhan
Monitoring, Evaluasi Kinerja,
dan Kepatuhan
Selengkapnya
Komunikasi K3 dan Keterlibatan Pekerja
Komunikasi K3 dan
Keterlibatan Pekerja
Selengkapnya
Pelatihan, Sertifikasi, dan Pembinaan
Pelatihan, Sertifikasi,
dan Pembinaan untuk Pekerja,
Kontraktor, serta Mitra Kerja
Selengkapnya
Fasilitas Kesehatan
Fasilitas Kesehatan
Selengkapnya

Manajemen Hubungan Pelanggan & Pemasok

01 — Customer Satisfaction Index External

WIKA berkomitmen memberikan layanan berkualitas tinggi sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Perusahaan secara berkala mengadakan survei kepuasan pelanggan untuk menilai hasil pekerjaan, proses layanan, dan kesesuaian dengan harapan, sebagai dasar evaluasi performa proyek dan peningkatan kualitas berkelanjutan.

Indeks kepuasan pelanggan dari survei menjadi tolok ukur keberhasilan proyek dan pertimbangan strategis bagi manajemen. Pemahaman terhadap kepuasan dan umpan balik pelanggan membantu WIKA memastikan produk dan jasa memenuhi ekspektasi serta membangun hubungan jangka panjang berbasis kepercayaan.

4,60

CSI tahun 2024

4,46

CSI tahun 2023

3,81

CSI tahun 2022

4,06

CSI tahun 2021

CSI Eksternal Per Segmentasi Pelanggan Tahun 2024

4,55

Pemerintah

4,48

Swasta

4,63

BUMD/BUMN

*Skala indeks adalah 1-5

** Cakupan responden survei mencapai 100%, mewakili seluruh proyek WIKA tahun tersebut.

02 — Pengembangan & Pelatihan Pemasok

WIKA secara konsisten menyelenggarakan Pelatihan dan Pengembangan Supplier untuk membangun rantai pasok yang berintegritas dan berkelanjutan. Program ini memastikan pemasok memiliki kompetensi dan kesiapan operasional sesuai standar kualitas, keselamatan, etika, dan keberlanjutan WIKA.

Pelatihan difokuskan pada standar mutu dan K3, persyaratan keberlanjutan, kebijakan perusahaan, serta digitalisasi e-procurement. Semua kegiatan didokumentasikan secara lengkap sebagai bukti kepatuhan dan acuan peningkatan berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif ini membangun hubungan strategis dengan pemasok untuk meningkatkan kinerja, mengurangi risiko rantai pasok, dan memperkuat daya saing operasional.

Dokumentasi

Komitmen dan Sistem Pengelolaan K3

Komitmen dan Sistem Pengelolaan K3

Program K3

Identifikasi Bahaya

Identifikasi Bahaya, Pengendalian Risiko, dan Inspeksi Internal

Program K3

Monitoring dan Evaluasi

Monitoring, Evaluasi Kinerja, dan Kepatuhan

Program K3

Komunikasi K3

Komunikasi K3 dan Keterlibatan Pekerja

Program K3

Pelatihan dan Sertifikasi

Pelatihan, Sertifikasi, dan Pembinaan

Program K3

Fasilitas Kesehatan

Fasilitas Kesehatan

Program K3

Manajemen Hubungan Komunitas

01 — Program community engagement (TJSL), Mitra binaan, Program PUMK dan Non-PUMK

Program Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) merupakan wujud komitmen WIKA dalam mendorong inklusivitas ekonomi melalui dukungan akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, peningkatan literasi keuangan, serta fasilitasi pemasaran. Salah satu inisiatif ungguinya adalah Program Mitra Binaan, yang bertujuan mendukung pelaku usaha mikro dan kecil agar mampu tumbuh menjadi unit usaha yang mandiri, kompetitif, dan memiliki daya saing tinggi.

Melalui Program Mitra Binaan, perusahaan memberikan pendampingan secara terintegrasi berupa akses pembiayaan, pelatihan pengembangan kapasitas (capacity building), mentoring bisnis, serta perluasan jaringan pemasaran. Selain dukungan finansial, perusahaan berperan sebagai katalis dalam pengembangan UMKM lokal dengan memastikan praktik usaha mitra binaan selaras dengan prinsip keberlanjutan, pemenuhan standar kualitas produk, serta penerapan tata kelola usaha yang baik. Dengan demikian, mitra binaan diharapkan dapat berkontribusi secara berkelanjutan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Program Non-PUMK meliputi berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat yang tidak terbatas pada dukungan usaha, antara lain pelatihan vokasi, pembangunan dan peningkatan fasilitas publik, penguatan kapasitas komunitas, program lingkungan, serta kegiatan sosial lainnya. Salah satu implementasi utama dalam kerangka Non-PUMK adalah Program Community Engagement, yang merefleksikan komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara strategis, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui Program Community Engagement, Perusahaan memastikan bahwa kegiatan operasional tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan dampak sosial positif bagi masyarakat sekitar. Fokusnya diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi, penguatan kapasitas, serta pelestarian lingkungan. Seluruh inisiatif dirancang berdasarkan proses identifikasi kebutuhan masyarakat (need assessment), dialog aktif dengan para pemangku kepentingan, serta mekanisme monitoring dan evaluasi guna memastikan manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan dan komprehensif.

SROI 2024

3,3

Pengaspalan Jalan Desa Pasir Angin

3,4

Pembuatan Sumur Bor di Gunung Kidul

2,2

Renovasi Ruang Publik dan Lanscape dan Masjid Kementrian BUMN

3

Kolaborasi TJSL di Kupang

SROI 2025

4,23

WIKA Eco Farm Rise (WEFRIse)

3,4

Bantuan Sarana Pendidikan Kecamatan Sipaku, IKN

5,02

Agriculture Swasembada Pangan di Desa Grogol, Kabupaten Gunung Kidul

3

Kolaborasi TJSL di Kupang

Dokumentasi PUMK

Program Dukungan

Program Dukungan

PUMK

Vending Machine

Vending Machine

PUMK

Penanaman 64 Pohon Langka

Penanaman 64 Pohon Langka

2024

Program TJSL

Program TJSL

PUMK

Mangrove

Mangrove

PUMK

Dokumentasi PUMK

Dokumentasi PUMK

PUMK

Dokumentasi Non-PUMK

Bazaar Ramadhan

Bazaar Ramadhan 2025

Non-PUMK

Kegiatan Sosial

Kegiatan Sosial

Non-PUMK

DKM Masjid PU

DKM Masjid PU

Non-PUMK

MU'MIN Berbagi

MU'MIN Berbagi

Non-PUMK