WIKA Logo
ESG

Komitmen Lingkungan Berkelanjutan

Setiap langkah operasional WIKA diarahkan untuk mewujudkan lingkungan berkelanjutan. Pemanfaatan penerapan aksi iklim yang nyata, efisiensi penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah dan polutan dengan disiplin, hingga pelestarian biodiversitas dan ekosistem, merupakan beberapa strategi yang ditempuh.

7,5%

Penurunan Emisi Karbon Cakupan 1, 2

target tahun 2030

13.649 Megaliter

Jumlah Air Bersih Dikonsumsi

di Kantor Pusat dan Proyek

25.756 kWh

Penggunaan Panel Surya

pada 2024

4.364,8 Liter

Limbah Cair Didaur Ulang

dari limbah total di kantor pusat

Manajemen Emisi GRK Cakupan 1 & 2

Manajemen Emisi GRK Cakupan 1 & 2

WIKA berkomitmen mengelola dan mengawasi dampak lingkungan dari aktivitas Perseroan, termasuk inventarisasi emisi Gas Rumah Kaca.

Inisiasi inventarisasi emisi Gas Rumah Kaca WIKA dimulai pada 2021 dan 2024. WIKA dapat memantau emisi Gas Rumah Kaca dari seluruh lingkup aktivitas operasional Perseroan.

*Tahun 2021-2023, Inventarisasi emisi GRK dilakukan secara sampling dengan jumlah sampel yang semakin besar setiap tahunnya. Di Tahun 2024 dan seterusnya, Inventarisasi emisi GRK dapat dilakukan secara konsisten dan mencakup seluruh aktivitas Perusahaan.
**Penyajian kembali

WIKA berkomitmen untuk memantau seluruh emisi GRK yang berhubungan dengan aktivitas Perseroan, termasuk emisi yang muncul pada value chain Perusahaan. Inventarisasi emisi scope 3 mengacu kepada metodologi Corporate Value Chain (Scope 3) Accounting and Reporting Standard.

Pada Tahun 2024, WIKA dapat melaporkan 5 kategori emisi Scope 3:

  • Purchased Goods & Services: melingkupi emisi dari lifecycle barang dan jasa yang dibeli oleh Perusahaan untuk mendukung aktivitas bisnisnya.
  • Fuel & Energy-related Activities: melingkupi emisi dari transportasi Bahan Bakar ke site proyek, emisi susut transmisi dan distribusi (T&D Losses), dan emisi aktivitas upstream pembangkitan listrik.
  • Business Travel: melingkupi emisi perjalanan dinas dari BOD.
  • Employee Commuting: melingkupi emisi perjalanan karyawan menuju kantor.
  • Downstream Leased Assets: melingkupi emisi dari aset berupa gedung yang disewakan kepada tenant di beberapa lokasi di Indonesia.

*Penyajian kembali

**Pendataan Pembelian Barang dan Jasa mulai dilakukan secara parsial di Tahun 2023 dan melingkupi seluruh proyek di Tahun 2024

***Melingkupi perjalanan dinas yang dilakukan BOD

Manajemen Emisi GRK Cakupan 3

Aksi Iklim Perusahaan

01 — Peta Jalan Dekarbonisasi
Peta Jalan Dekarbonisasi

Target Emisi Nol Bersih dan Komitmen WIKA

WIKA menegaskan posisinya sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi rendah karbon di sektor konstruksi dan infrastruktur, sejalan dengan target Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat.

Komitmen dimulai dengan menetapkan 2024 sebagai tahun dasar inventarisasi emisi GRK dan penyusunan roadmap NZE. Upaya ini menjadi pijakan untuk menurunkan emisi secara bertahap guna mencapai emisi nol bersih operasional (cakupan 1 dan 2) pada 2055.

Unduh Hasil Inventarisasi GRK dan Roadmap NZE
02 — Pengelolaan Risiko dan Peluang Perubahan Iklim

Perseroan menerapkan manajemen risiko iklim yang menyeluruh serta memastikan setiap potensi risiko dapat diantisipasi, termasuk yang berpengaruh terhadap keuangan. Untuk itu, Perseroan telah mengadopsi kerangka TCFD (Task Force on Climate-related Financial Disclosures) dan memastikan risiko fisik dan transisi tersampaikan secara transparan.

Sebagai langkah awal, Perseroan memetakan wilayah operasional yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, mengembangkan matriks risiko serta memanfaatkan peluang dalam transisi ke ekonomi rendah karbon. Proses ini mencakup identifikasi dan respons terhadap dampak fisik dan transisi iklim, serta evaluasi dampak finansial dari perubahan iklim terhadap operasional dan kinerja keuangan. Selain itu, Perseroan melakukan adaptasi terhadap risiko fisik perubahan iklim, melalui langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi kerugian.

Peta Risiko Banjir
Peta Risiko Cuaca Ekstrim
Peta Risiko Gelombang Ekstrim & Abrasi
Peta Risiko Gempabumi
Peta Risiko Kebakaran Hutan & Lahan
Peta Risiko Kekeringan
Peta Risiko Tanah Longsor
1 / 7

Risiko & Peluang

Di balik tantangan perubahan iklim, WIKA juga menemukan peluang untuk berinovasi, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat keberlanjutan.

Risiko

  • 1

    Perubahan Regulasi

    Pemerintah atau otoritas lingkungan menerapkan standar dan regulasi yang lebih ketat terkait pembuangan air limbah untuk mengurangi dampak lingkungan

  • 2

    Perubahan Cuaca Ekstrem

    Peningkatan intensitas dan frekuensi hujan lebat, banjir, angin kencang, serta gelombang tinggi akibat perubahan iklim.

  • 3

    Tanah longsor

    Curah hujan ekstrem di area berkontur atau lereng proyek.

Peluang

  • 1

    Proyek Infrastruktur Lingkungan

    Perolehan proyek instalasi pengolahan air limbah dan fasilitas pengelolaan sampah. Selain itu, implementasi standar keberlanjutan WIKA meningkatkan kepercayaan klien terhadap solusi konstruksi ramah lingkungan.

  • 2

    Pembangunan Infrastruktur Tanggap Bencana

    Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) pasca bencana serta pengembangan inovasi konstruksi rendah karbon melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

  • 3

    Pembangunan dengan Ketahanan Tinggi

    Penerapan rekayasa sipil adaptif dan efisien untuk meningkatkan ketahanan portofolio proyek, memperkuat posisi WIKA sebagai kontraktor terpercaya di wilayah rawan bencana.

04 — Implementasi Harga Karbon Internal
Implementasi Harga Karbon

Implementasi Harga Karbon Internal

WIKA mengadopsi carbon pricing melalui mekanisme shadow price sebesar Rp58.800 per tCO₂e (mengacu pada harga di Bursa Karbon Indonesia) untuk mengidentifikasi peluang pengurangan emisi, mengungkap risiko emisi di operasional dan rantai pasok, serta mendorong unit bisnis mempertimbangkan biaya/risiko karbon sebagai dasar langkah mitigasi dan keputusan investasi rendah karbon ke depan.

Unduh Dokumen Harga Karbon Internal

Pengelolaan Energi

01 — Penggunaan Listrik dan BBM

Penggunaan Listrik & BBM

Di balik aktivitas proyek dan kesibukan kantor, WIKA terus bergerak dengan energi sebagai penggerak utama. Dua sumber energi utama yang digunakan adalah listrik dari PLN dan bahan bakar minyak (solar). Listrik dicatat dalam satuan kWh, sementara solar diukur dalam liter untuk memastikan setiap konsumsi energi terpantau dengan akurat dan disajikan dalam laporan bulanan K3L.

Sepanjang 2024, penggunaan energi listrik dan BBM di WIKA mencakup seluruh wilayah operasional termasuk INFRA 1, INFRA 2, BOVRS, EPCC, AMD, serta di Kantor Pusat. Sementara pada 2023, penggunaan energi datanya berasal dari INFRA 1, INFRA 2, BOVRS, EPCC, dan Kantor Pusat. Lalu pada 2021 dan 2022 hanya meliputi 4 proyek EPCC saja dan Kantor Pusat.

02 — Penggunaan Energi Terbarukan
Energi Terbarukan
2023
26.216 kWh
2024
25.756 kWh

Perusahaan juga memanfaatkan energi terbarukan melalui panel surya. Sebagai permulaan, pemantauan energi terbarukan dilakukan untuk konsumsi di Kantor Pusat.

Adanya penurunan konsumsi energi terbarukan pada 2024, disebabkan oleh awan mendung yang melingkupi area Kantor Pusat pada Oktober dan November 2024, sehingga pemanfaatan panel surya belum optimal untuk mengubah Sinar Matahari menjadi daya Listrik.

03 — Program Efisiensi Listrik & BBM

Kegiatan konstruksi dan infrastruktur berpotensi menghasilkan dampak lingkungan karena konsumsi energi yang tinggi. Perusahaan menerapkan inisiatif efisiensi energi yang inovatif dan terukur di seluruh kantor pusat dan proyek. Langkah ini bertujuan mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan kinerja operasional secara berkelanjutan.

Kantor Pusat

Tata Udara

  • Menggunakan AC berteknologi inverter.
  • Mematikan AC apabila tidak digunakan.
  • Mengatur suhu dan kelembaban ruang kerja antara 24-27°C.
  • Melakukan perawatan berkala.
  • Menggunakan solar panel di kantor pusat sebesar 25.756 kWh.
Tata Udara

Tata Cahaya

  • Menggunakan lampu hemat energi.
  • Mengurangi penggunaan lampu hias (aksesoris).
  • Mengatur daya listrik maksimum untuk pencahayaan, yaitu 13 watt/m2.
  • Mematikan lampu ruangan jika sudah tidak digunakan.
  • Memanfaatkan cahaya alami pada siang hari dengan membuka tirai jendela.
Tata Cahaya

Peralatan Pendukung

  • Mematikan komputer jika akan meninggalkan ruang kerja lebih dari 30 menit.
  • Mematikan printer jika tidak digunakan.
  • Menggunakan mesin fotokopi yang memiliki mode standby dengan konsumsi tenaga rendah.
  • Menyalakan pemanas air menit sebelum digunakan.
Peralatan Pendukung

Proyek

  • Melaksanakan Earth Hour di seluruh lokasi proyek.
  • Penggunaan motor listrik di seluruh proyek WIKA sesuai dengan Surat Edaran Nomor SE.01/A. DIR.00645/2022.
  • Mematikan lampu dan alat elektronik saat tidak digunakan.
  • Memanfaatkan rapat virtual.
  • Memantau lingkungan secara berkala.
  • Melakukan kampanye hemat energi melalui sosialisasi, pemasangan sticker, flyer, dan poster.
04 — Dampak Efisiensi Listrik & BBM

Penggunaan BBM

Intensitas Penggunaan Energi

Komitmen WIKA terhadap K3L dan keberlanjutan adalah secara rutin melakukan audit energi, untuk memantau pemakaian listrik & BBM di setiap proyek. Langkah ini merupakan bagian dari penilaian pada audit Sistem Manajemen WIKA (SMW), yang dilakukan minimal sekali dalam periode unit kerja proyek. Dengan cara ini, Perusahaan bisa mengidentifikasi peluang penghematan energi dan mengurangi dampak lingkungan dari operasional.

Pada 2024, WIKA menetapkan target penghematan energi dan memperoleh hasil sebagai berikut:

Intensitas Konsumsi Energi Listrik

(KWh/m2/bulan)

Target ≤ 18
Realisasi
6,59
Tercapai

Pencapaian: 63,4% lebih baik dari target

Pengurangan Penggunaan BBM

(% dari anggaran penggunaan BBM di RKP)

Target ≥ 10%
Realisasi
33,25%
Tercapai

Pencapaian: 232,5% lebih baik dari target

Target ini menunjukkan komitmen WIKA untuk menetapkan tujuan yang terukur dalam penghematan energi, serta menjadi dasar dalam mengevaluasi kemajuan dalam mengurangi konsumsi energi. Pencapaian Perusahaan pada 2024 mencerminkan keberhasilan WIKA memastikan implementasi berjalan efektif dan sesuai dengan komitmen keberlanjutan Perusahaan.

Penggunaan Air

01 — Penggunaan Air

Pengambilan & Pembuangan Air (Megaliter)

Air merupakan sumber daya penting bagi operasional WIKA. Untuk Kantor Pusat dipasok dari PDAM, sedangkan Proyek mengandalkan sumber air bawah tanah, yang semuanya dipantau secara cermat.

Water withdrawal tercatat berasal dari kantor pusat dan lokasi proyek, sementara water discharge hanya tercatat untuk kantor pusat. Hal ini disebabkan oleh data yang tersedia yang hanya mencakup discharge dari kantor pusat, sementara discharge di lokasi proyek belum tercatat atau dikelola dengan cara yang sama.

Adanya peningkatan konsumsi pada 2024, dipengaruhi oleh cakupan pengukuran yang lebih luas di seluruh proyek 2023 dan 2024, sedangkan 2021, 2022 masih terbatas untuk penilaiannya.

02 — Daur Ulang Air

Total Air yang Didaur Ulang

Daur Ulang Air

Air yang digunakan di kantor pusat kemudian dialirkan ke Sewage Treatment Plant (STP) untuk diolah dan didaur ulang oleh Perusahaan. Hasil olahan air tersebut dimanfaatkan sebagai air penyiraman toilet sebelum dibuang ke saluran kota. Sementara air yang digunakan untuk menyiram tanaman akan terserap kembali ke tanah.

Terkait dengan pembuangan air di proyek, saat ini belum ada sistem pengelolaan air khusus. Air bekas pakai dialirkan ke selokan atau badan air setempat. Perusahaan memastikan bahwa air limbah tidak dialirkan langsung ke sungai, sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku.

03 — Program Efisiensi Air
Ilustrasi Efisiensi Air

Perusahaan berkomitmen untuk melakukan penghematan air bersih sebagai kepatuhan terhadap KepGub DKI Jakarta Nomor 614 Tahun 2014, Nomor 156 2012, tentang Penghematan Energi dan Air, serta Nomor 38 2013 tentang Konsep Bangunan Hijau. Langkah yang diambil meliputi:

  • Pemasangan rambu hemat air
  • Sosialisasi kepada seluruh karyawan di kantor pusat maupun di lokasi proyek
  • Perawatan terhadap satu unit ground water tank
  • Pemasangan stiker ajakan penghematan air di setiap toilet
  • Pemasangan sensor otomatis pada keran wastafel dan urinal
  • Pemanfaatan 100% air PDAM dan STP di kantor pusat

Penghematan Air di Proyek

(liter/orang/bulan)

Target 1500
Realisasi
936,93
Tercapai

Pencapaian: 38% Penurunan penggunaan air di seluruh wilayah proyek

Pengelolaan Limbah & Polutan

Pengelolaan limbah di WIKA didasarkan pada Kebijakan K3L yang menegaskan komitmen Perusahaan untuk menjalankan pengelolaan lingkungan secara terarah dan konsisten. Dalam kebijakan tersebut, WIKA menetapkan akuntabilitas yang jelas atas implementasi kebijakan, mendorong perbaikan kinerja lingkungan secara berkelanjutan, serta menetapkan target dan sasaran untuk menurunkan dampak lingkungan. WIKA juga melibatkan pemangku kepentingan eksternal dalam pengembangan maupun implementasi kebijakan, serta menyediakan pelatihan bagi karyawan agar memahami dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan. Komitmen ini berlaku menyeluruh, mencakup operasi internal WIKA, serta rantai pasok melalui pemasok dan mitra kerja.

Sejalan dengan itu, melalui Kebijakan K3L, WIKA berkomitmen meningkatkan efisiensi sumber daya dan mengurangi timbulan limbah padat maupun cair serta eksternalitas negatif terhadap lingkungan melalui penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sekaligus mengurangi timbulnya emisi udara.

01 — Limbah B3 & Non-B3

Pengelolaan limbah di WIKA dimulai dengan pemisahan jenisnya antara Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ataupun tidak. Hal ini dilakukan baik di Kantor Pusat & Proyek. Sementara pengelolaannya di Proyek merupakan tanggung jawab masing-masing Manajer Proyek, sedangkan Kantor Pusat dikelola sebagai limbah domestik.

Limbah B3 (ton)

Limbah Non-B3 (ton)

02 — Pengelolaan Limbah B3 Padat & Cair
Jenis Limbah
Metode Pengelolaan
Limbah B3 Padat
Diserahkan ke Transporter yang sudah berizin.
Limbah B3 Cair
Diserahkan ke Transporter yang sudah berizin.
Limbah Non B3 Padat
  • Reduce, Reuse, Recycle (3R)
  • Dikirim ke TPA
  • Diserahkan ke Pihak Ketiga yang bekerja sama dengan dinas kebersihan setempat.
Limbah Non B3 Cair
Diolah di IPAL

Di Kantor Pusat WIKA, Limbah B3 dikelola menggunakan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) B3 dengan pemisahan antara B3, organik, dan anorganik. Kemudian Limbah B3 diangkut dan ditangani oleh pihak ketiga berizin resmi, sehingga penanganannya berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

Proses penentuan pihak ketiga Perusahaan dilakukan dengan pengawasan surat jalan dan juga kontrak kerja sama dengan mitra yang mengantongi izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Pada 2024 limbah B3 dan Non-B3 di lokasi Proyek dan Kantor Pusat diserahkan pihak ketiga, sehingga tidak ada limbah yang dibakar ataupun dihimpun oleh Perusahaan.

03 — Pengelolaan Limbah Non-B3 Cair

Perusahaan mengelola limbah cair menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sewage Treatment Plant (STP) dengan menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Berbagai air limbah diolah melalui dua alat tersebut, dan hasil olahannya dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan non-konsumsi. Sementara limbah cair dari toilet yang tidak bisa dimanfaatkan dibuang ke saluran kota sesuai baku mutu.

Sementara untuk pengelolaan limbah cair di Kantor Pusat menggunakan fasilitas STP Biofilter di tower 1 dan dua STP di tower 2, dengan limbah dapur dilengkapi dengan grease trap. Tercatat pada 2024, berhasil memanfaatkan 4.364,8 m3 hasil daur ulang IPAL di Kantor Pusat.

Diagram Alur Pengelolaan Limbah Non-B3 Cair
Sumber : Laporan Keberlanjutan WIKA 2024
04 — Daur Ulang Limbah
2024

Limbah Non-B3 Padat (Sampah Organik)

41,5 Kg
2024

Limbah Non-B3 Cair (Daur Ulang Air)

4.364,8 Liter
05 — Pengelolaan Limbah Konstruksi
Pengelolaan Limbah Konstruksi

Sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan dalam pengelolaan limbah konstruksi, WIKA secara konsisten menerapkan pemisahan limbah di setiap proyek yang dijalankan. Praktik ini tidak hanya meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah, tetapi juga memungkinkan pemanfaatan kembali material yang masih bernilai guna, seperti besi dan beton.

Melalui proses tersebut, WIKA berhasil mengurangi ketergantungan pada material baru serta meminimalkan dampak lingkungan, sehingga mendukung terciptanya operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

06 — Kepatuhan Lingkungan

Sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, WIKA secara berkelanjutan melakukan pemantauan terhadap potensi pelanggaran lingkungan dalam seluruh kegiatan operasional perusahaan. Selama tahun 2021–2024, tidak terdapat pelanggaran lingkungan yang mengakibatkan pengenaan denda maupun sanksi finansial.

WIKA memastikan seluruh operasional perusahaan dijalankan sesuai dengan ketentuan dan regulasi lingkungan yang berlaku, sebagai wujud komitmen terhadap penerapan K3L serta prinsip keberlanjutan.

Laporan Kepatuhan Lingkungan

Tahun: 2024

Jumlah Pelanggaran
0 ✓ Tidak ada pelanggaran
Sanksi/Denda yang Dibayarkan (IDR)
IDR 0 ✓ Tidak ada sanksi/denda

Laporan Kepatuhan Lingkungan

Tahun: 2023

Jumlah Pelanggaran
0 ✓ Tidak ada pelanggaran
Sanksi/Denda yang Dibayarkan (IDR)
IDR 0 ✓ Tidak ada sanksi/denda

Laporan Kepatuhan Lingkungan

Tahun: 2022

Jumlah Pelanggaran
0 ✓ Tidak ada pelanggaran
Sanksi/Denda yang Dibayarkan (IDR)
IDR 0 ✓ Tidak ada sanksi/denda

Laporan Kepatuhan Lingkungan

Tahun: 2021

Jumlah Pelanggaran
0 ✓ Tidak ada pelanggaran
Sanksi/Denda yang Dibayarkan (IDR)
IDR 0 ✓ Tidak ada sanksi/denda

Pengelolaan Keanekaragaman Hayati & Ekosistem

01 — Komitmen WIKA Terhadap Keanekaragaman Hayati Ekosistem Lahan
Ferns and Nature

WIKA mengakui keanekaragaman hayati sebagai aset penting dan berkomitmen untuk melindunginya, melestarikan, serta memulihkannya serta menjaga fungsi ekologis di sekitar area operasionalnya. Perseroan juga mengedepankan pengelolaan lingkungan ekologi melalui identifikasi risiko lingkungan, penerapan hierarki mitigasi serta praktik terbaik untuk mendukung tercapainya prinsip No Net Loss bahkan menuju Net Positive Impact.

Dalam pelaksanaan proyek, WIKA menempatkan perlindungan lingkungan dan ekosistem setara dengan pencapaian target konstruksi dengan menghindari aktivitas di kawasan bernilai keanekaragaman hayati tinggi. Pengelolaan dampak lingkungan dilakukan secara sistematis melalui survei ekologi, pengelolaan vegetasi, penghijauan, serta rehabilitasi lahan melalui reboisasi dan pemulihan habitat.

WIKA berkomitmen menghindari deforestasi di seluruh rantai nilai dan menerapkan prinsip No Deforestation melalui rehabilitasi, restorasi, atau kompensasi apabila dampak tidak dapat dihindari.

Unduh Kebijakan Keanekaragaman Hayati
02 — Inisiatif WIKA untuk Flora yang Terancam Punah
Wikasatrian Landscape

Pusat Kepemimpinan Wikasatrian menerapkan pengelolaan lanskap berkelanjutan melalui pemeliharaan ruang terbuka hijau yang mendukung pertumbuhan alami tanaman dan penyerapan emisi karbon. Kajian keanekaragaman hayati menunjukkan Hutan Wikasatrian menjadi habitat 26 spesies flora pohon endemik Jawa Barat dari 20 famili, mencerminkan ekosistem yang seimbang dan beragam.

WIKASATRIAN juga memprioritaskan konservasi anggrek, khususnya Phalaenopsis Amabilis sebagai bunga nasional, serta melestarikan 29 spesies tanaman berstatus kritis melalui kolaborasi dengan BRIN, disertai upaya pencegahan deforestasi & pengendalian perubahan penggunaan lahan.

WIKASATRIAN

Ragam Flora dan Fauna yang Ada di WIKASATRIAN

Orchid
Phalaenopsis Amabilis
Flora
Fauna
Insect
Mushroom
Flower
Dragonfly
Spider
Plant
Flora
Flora
Flora
Flora